Cinta Guru Honorer Bertepuk Sebelah Tangan
“Surat Cinta Guru Honorer untuk Menteri Pendidikan”
Dear Putri Sion, MenDik
Dili, Timor-Leste
From : Norberto G. Cardoso
E-mail : norbertogusmo1991@mail.ugm.ac.id)
Dearest sweetheart, MenDik,
Saya tidak mengerti apa itu cinta dan bagaimana hal itu terjadi. Kemunculannya yang pertama di Hari Valentine mengubah segalanya dan membuatnya semakin cantik. Hal ini pernah saya katakan di masa lalu ketika hati saya membeku karena mantan kekasih saya, Menteri Pendidikan. “Berhentilah menepuk punggungku, aku tidak ingin melihat ke belakang”. Entah kenapa semua itu cair seketika hanya dalam 5 detik di saat saya memilih diri mu. Saya memilih diri mu melalui partai mu. Memang benar cinta tidak punya kaki. Engkaulah yang membuat segala lelah, letih, lesu, haus, galau, sakit hati, dan kecewaku luluh dengan kebaikanmu, bagaikan anak panah yang menembus palung terdalam. Hanya butuh 5 detik untuk memilihmu, Putri Sion, Menteri Pendidikan, cintaku seperti susu, putih seperti susu surga. Cintaku seputih susu, itulah sebabnya Aku mendudukkanmu di batu Sion (tahta), tetapi entah kenapa susunya kini tergantikan dengan air tuba.
Dengan penuh keberanian dan keikhlasan, saya ingin menyampaikan surat penuh makna ini kepada diri mu. Surat ini bukan sekedar daftar kata-kata, tetapi berisi perasaan tulus dari saya (seorang guru honorer) yang mencintai ilmu pengetahuan dan kecerdasan. Surat cinta ini datang dari hati saya, penuh dengan kecintaan terhadap dunia pendidikan, dan melampaui batas akal sehat. Ibarat carta yang memandu sebuah kapal mengarungi lautan luas, surat ini dimaksudkan untuk memandu dan menyemangati kita dalam perjalanan pendidikan kita. Setiap surat dan teks dipenuhi dengan doa, harapan, dan tekad untuk meningkatkan pendidikan di Timor-Leste. Saya mengungkapkan kecintaan saya tidak hanya pada pendidikan dan sains, tetapi juga pada semua generasi mendatang yang akan tumbuh dalam terang sains.
Guru Honorer; “Hati yang tersakiti”
Guru adalah rahim bangsa yang melahirkan generasi terdidik yang unggul bagi Timor-Leste, termasuk Menteri Pendidikan. Saya seorang guru honorer dan tidak mempunyai pekerjaan tetap atau kontrak formal dengan pemerintah atau lembaga pendidikan mana pun. Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai guru honorer, tidak ada jaminan mendapatkan pekerjaan atau tunjangan jangka panjang. Namun, sebagai guru honorer, saya tetap mengembankan tanggung jawab untuk menciptakan dan mendidik generasi penerus negeri ini. Selama bertahun-tahun, saya telah mengadvokasi pendidikan anak-anak negeri ini, termasuk anda dan anak Anda, “Menteri Pendidikan yang terhormat,” meskipun ada ketidakamanan pekerjaan, upah rendah, dan kurangnya perlindungan hukum dan jaminan sosial. Saya sering kali dipekerjakan sebagai guru honorer di daerah terpencil di mana akses terhadap pendidikan formal merupakan tantangan besar. Namun, mengingat pendidikan merupakan jantung kehidupan berbangsa dan bernegara, maka saya (guru honorer) tetap diharapkan dapat menunaikan tanggung jawab tersebut. Saya sadar betul bahwa hanya pendidikan yang bisa menjamin masa depan suatu bangsa (Nurdin, 2021: 12).
Dear sweetheart, Menteri Pendidikan, pendidikan adalah jantung bangsa dan guru honorer adalah detak jantung bangsa. Menurut artikel yang dimuat di Halodoc, jantung merupakan organ vital tubuh manusia dan memiliki beberapa fungsi utama yang sangat penting bagi kehidupan. Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Darah kaya oksigen dipompa dari jantung ke arteri dan didistribusikan ke seluruh jaringan dan organ dalam tubuh. Demikian pula, darah yang telah mengoksigenasi sel-sel tubuh dikembalikan ke jantung dan dikirim ke paru-paru untuk oksigenasi lebih lanjut. Jantung bertanggung jawab untuk menjaga tekanan darah, yang diperlukan untuk menjaga aliran darah ke seluruh tubuh. Saat jantung berkontraksi, tekanan darah meningkat, dan saat jantung istirahat, tekanan darah menurun. Jantung membantu mendistribusikan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Darah yang mengandung nutrisi dan oksigen diangkut ke sel-sel tubuh melalui aliran darah, sehingga menunjang fungsi tubuh yang optimal (Dr. Fadli Rizal Makarim, 2024). Dalam dunia medis, penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang paling ditakuti masyarakat. Mengenali dan mendiagnosis gejala dan penyebabnya masih sulit. Penyakit arteri koroner biasanya terjadi karena adanya penyumbatan bahan lemak, yaitu plak atau ateroma. Plak ini secara bertahap menumpuk di dinding bagian dalam arteri dan akhirnya menyebabkan arteri menyempit. Pembentukan ateroma menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga membatasi aliran darah ke miokardium (Balamba dkk, 2017: 1).
Menteri Pendidikan yang terhormat, pendidikan adalah jantung bangsa dan guru adalah detak jantungnya. Ketika jantung berhenti memompa darah, peluang hidup sangat kecil. Begitu juga jika jantung berhenti berdetak, maka berakhirlah kehidupan di dunia ini. Hal yang sama berlaku untuk pendidikan. Ketika guru diberhentikan, maka pendidikan pun berakhir, begitu pula bangsa dan generasi penerusnya. Sebab, tidak ada guru yang mampu menyentuh hati bangsa ini. Karena kebijakan dan keputusan Menteri Pendidikan berdasarkan pemberitaan TATOLI pada tanggal 30 November 2023, terdapat 1. 500 guru honorer yang diberhentikan (Tatoli, 2023). Keputusan ini merupakan penyakit virus koroner yang akan membunuh hati bangsa dan generasi penerus bangsa. Keputusan ini menciptakan penyumbatan pada arteri vital negara. Ujung-ujungnya mempersempit arteri bangsa dan penerusnya. Keputusan memberhentikan 1. 500 guru honorer tidak hanya akan menyempitkan arteri negara, tetapi juga akan memaksa detak jantung tanah air Timor-Leste terhenti. Menteri Pendidikan yang terhormat, kita harus menyadari bahwa pendidikan dan guru merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat dan bangsa. Masa depan suatu bangsa terlahir di rahim guru, dan guru juga merupakan detak jantung suatu bangsa. Dear sweetheart, Menteri Pendidikan, pendidikan merupakan faktor kunci dalam menentukan nasib bangsaTimor-Leste. Hanya pendidikan, kata Paulo Freire, yang mampu menjadikan masyarakat lebih bijak dan membawa anak bangsa keluar dari kegelapan kebodohan dan kedunguan. Pendidikan adalah suatu proses atau sistem formal dan informal yang bertujuan untuk menanamkan pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai luhur, dan pemahaman kepada individu. Secara umum tujuan pendidikan adalah mempersiapkan individu untuk berpartisipasi aktif dan produktif dalam kehidupan bermasyarakat, mengembangkan potensi diri, dan mencapai tujuan hidupnya (Juita & Yusmaridi, 2021: 21).
Menteri Pendidikan yang terhormat, pendidikan tidak akan mengubah dunia. Seperti yang telah Anda katakan secara terbuka, pendidikan mengubah manusia, dan manusia mengubah dunia. Inti dari pernyataan ini adalah bahwa pendidikan mempunyai kekuatan untuk mengubah individu, dan pada akhirnya individu yang ditransformasikan melalui pendidikanlah yang membawa perubahan di dunia. Artinya pendidikan bukan sekadar mengubah secara langsung struktur fisik dan kondisi dunia, melainkan mentransformasikan nilai-nilai, pemikiran, dan perilaku kemanusiaan (Freire, 1980: 26-27). Memberikan pendidikan yang berkualitas, memberikan kesempatan kepada individu untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang dirinya, dunia di sekitarnya, dan nilai-nilai yang dianutnya. Orang-orang terpelajar lebih berpeluang menjadi pemimpin, inovator, dan subjek perubahan dalam masyarakat. Semua itu sudah ada dalam rahim guru, oleh karena itu MenDik tercinta perlu membenahi seluruh tatanan pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan guru melalui pelatihan-pelatihan yang bermutu dan pengembangan profesi yang ada. Guna meningkatkan mutu pendidikan, perlu juga dilakukan evaluasi kinerja guru secara adil dan objektif. Dengan demikian, guru akan mampu menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, inovatif, berkualitas, produktif, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan (Schram & Carvalho, 2013: 2). Jangan memecat atau memenjarakan guru honorer karena menuntut hak dan masa depan bangsa Timor-Leste. Yang saya hormati MenDik, demonstrasi Guru honorer yang terhormat ini merupakan aksi rasional melawan dehumanisasi dan penyakit jantung yang saat ini sedang menimpa masa depan bangsa dan generasi mendatang. Seharusnya pemerintah memberikan tips dan pelayanan yang berharga kepada guru honorer karena guru adalah satu-satunya yang akan melahirkan generasi penerus bangsa. Mengingat dedikasi dan tanggung jawab para guru honorer, kami tidak mampu membayar jasa mereka. Profesi guru honorer merupakan profesi yang abadi, luhur, dan mempunyai status yang tinggi. Komitmen Anda terhadap masa depan anak-anak negeri ini sangat berharga. Guru adalah sosok yang patut ditiru dan merupakan pahlawan tanpa tanda jasa (Siahaan, 2018: 99).
Air susu dibalas air tuba
Kita mungkin akrab dengan pepatah “air susu dibalas air tuba”. Setiap perbuatan baik dibalas dengan perbuatan buruk, begitulah maksud dari pepatah ini. Makna peribahasa “air susu dibalas air tuba” menggambarkan orang yang tidak baik budinya. Perbuatan ini hanya dilakukan oleh orang jahat dan penuh rasa iri hati. Sebab menurut konvensi sosial, membalas kebaikan seseorang dengan kejahatan adalah tindakan yang buruk. Sebelum pemilihan umum, Anda meminta suara kami untuk mencapai Batu Sion. Kami memilih Anda bukan karena kami mengenal Anda, tetapi karena kami ingin perubahan dan kemajuan di negara ini dan berharap untuk masa depan yang lebih baik. Namun, air susu yang saya berikan dibalas dengan air tuba. Air tuba mengandung penyakit jantung (penyakit koroner) yang sangat berbahaya yang dapat membunuh masyarakat Timor-Leste dan generasi mendatang. Keputusan Menteri Pendidikan memecat 1.500 guru honorer, dalam pandangan Paulo Freire merupakan tindakan dehumanisasi yang bermula dari gagasan jahat kolonialisme modern untuk membunuh generasi penerus suatu bangsa (Syaikhudin, 2012: 85).
Dear sweetheart, Menteri Pendidikan, Anda duduk di Batu Sion dan menikmati kemegahan dan kekayaan tanah air, Timor -Leste. Ini adalah hasil dari keterlibatan kami dalam dunia pendidikan yang telah menghasilkan orang-orang seperti Anda. Namun, saya tidak tahu apa yang cukup merasuki Anda sehingga menghancurkan rahim bangsa ini dengan kanker ganas yang mematikan. Bukankah kamu juga juga lahir dari rahim ini. Memang benar Anda saat ini adalah orang yang bebas dan mandiri, tetapi tanpa Anda sadari, Anda telah kehilangan moralitas dan jati diri. Saat berkampanye untuk partai politik Anda, berjanjilah dan nyatakan bahwa guru adalah orang yang patut ditiru dan dihormati. Guru adalah teladan dalam masyarakat, dan guru adalah orang yang dapat Anda ajak bertanya. Namun, kini saat kulihat keputusanmu, janjimu semanis madu dan semanis pujianmu sebelumnya, kini saya sadar bahwa ini semua hanyalah awal cerita. Saya menyadari bahwa dengan memberikan air susu, kami menaruh kebaikan dan cinta kami terhadap negara ini di pundak Anda. Namun, melihat keputusanmu dengan memberhentikan 1500 guru honorer Anda telah membunuh jantung bangsa penyakit koroner. Tindakn mu memang benar-benar membalas air susu dengan air tuba. Kami menuntut hak dan melawan tindakan dehumanisasi, malah diri mu memenjarakan kami. Dearest sweetheart Menteri Pendidikan, walaupun secara fisik kami berada di penjara, harap diingat bahwa pikiran, kebenaran, keadilan dan kebaikan kami tidak dapat dipenjarakan.
Kesimpulan
Menteri Pendidikan yang terhormat, guru honorer adalah jantung bangsa Timor-Leste. Hanya guru yang dapat menghasilkan generasi terpelajar dan kompeten untuk membantu kesejahteraan tanah air Timor-Leste. Guru honorer seringkali merasa bahwa kontribusi dan komitmen mereka dalam memberikan pendidikan kepada siswa tidak sepenuhnya dihargai. Namun, sebagai guru honorer, saya tetap mengemban tanggung jawab mulia dalam mendidik anak negeri ini. Dalam surat cinta ini, saya (guru honorer) mengungkapkan perlunya kesetaraan dan kesempatan yang adil bagi semua guru, apapun status pekerjaannya. Surat cinta ini mencerminkan kepedulian yang mendalam terhadap kualitas pendidikan dan masa depan generasi penerus negeri ini.
Referensi
Nurdin, N., 2021. Guru Honorer dalam Upaya Memperoleh Status Kepegawaian Tenaga Pendidik Pegawai Negeri Sipil. Murhum J. Pendidik. Anak Usia Dini 10–19. https://doi.org/10.37985/murhum.v2i2.46
https://www.halodoc.com/kesehatan/jantung
Juita, D., & Yusmaridi, M. (2021). The Concept of “Merdeka Belajar” in the Perspective of Humanistic Learning Theory. Spektrum: Pendidikan Luar Sekolah, 9(1), 20–30. https://doi.org/10.24036/spektrumpls.v9i1.111912
Paulo Freire. (1980). Conscientização: Teoria e Prática da Libertação. 3. ed. São Paulo: Centauro.
Schram, S.C., Carvalho, M.A.B. (2013). O Pensar Educação em Paulo Freire: Para uma Pedagogia de mudanças, Brasil.
Balamba, M.K., Lumenta, A.S.M., Sugiarso, B.A., 2017. Animasi 3 Dimensi Penyakit Jantung Koroner Pada Manusia. J. Tek. Inform. 11. https://doi.org/10.35793/jti.11.1.2017.16973
Siahaan, S., 2018. Mengapa Harus Menjadi Guru? J. Teknodik 099–121. https://doi.org/10.32550/teknodik.v10i19.395
Syaikhudin, A., 2012. Konsep Pemikiran Pendidikan Menurut Paulo Freire Dan Ki Hajar Dewantoro. Cendekia J. Kependidikan dan Kemasyarakatan 10, 79. https://doi.org/10.21154/cendekia.v10i1.403



